Jacob Ereste :
Perpustakaan Nasional patut menjadi pemantik gerakan kesadaran membaca warga masyarakat yang menurun akibat dari kehadiran media sosial berbasis Internet yang begitu cepat dan praktis untuk mengetahui banyak hal, namun tidak mendalam, karena yang hanya sebatas kulitnya semata, tidak menyelami lebih dalam dari esensi nilai muatan suatu tulisan atau ulasan. Inilah agaknya yang terpenting diperankan oleh Perpustakaan Nasional, agar tidak hanya sekedar menjadi gudang penyimpanan buku-buku serta karya-karya ilmiah semata penuh yang inspirasi untuk mengembangkan lebih jauh ilmu dan pengetahuan melalui kekayaan literasi yang ada di dalam perpustakaan.
Jadi, Perpustakaan harus dapat menjadi pelopor, motivator gerakan kesadaran budaya membaca agar warga masyarakat -- utamanya bagi generasi muda dapat lebih kritis dan cerdas serta jenial untuk mengetahui dan memahami perkembangan dan kemajuan ilmu dan ilmu pengetahuan, utamanya mengenai teknogi mutakhir yang begitu cepat melesat membuat arus komunikasi, informasi bahkan publikasi tentang berbagai hal yang diperlukan untuk diketahui oleh orang banyak dapat memberi manfaat yang maksimal.
Oleh karena itu, perpustakaan -- pada tingkat dan level apapun, apalagi yang bisa dikatakan sekelas nasional -- seyogyanya memiliki beragam program yang mampu memotivasi dan memberi gairah untuk seluruh warga masyarakat menjadikan perpustakaan tempat mengembangkan ilmu dan beragam pengetahuan yang bisa digali dan dikembangkan melalui fasilitas yang ada di perpustakaan.
Kecuali itu, dalam perspektif budaya, perpustakaan adalah cermin dari tingkat gairah serta minat intelektualitas dari warga maupun pemerintah setempat terhadap ilmu dan pengetahuan. Karena itu, beragam bentuk yang dapat membangkitkan semangat warga masyarakat datang dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di perpustakaan akan mencerminkan pula tata kelola dan para pengelola perpustakaan yang bermutu dan untuk memberi dukungan yang bermanfaat dalam upaya pengembangan ilmu dan pengetahuan yang harus lebih unggul dari warga masyarakat di tempat lain.
Daya tarik warga masyarakat terhadap perpustakaan tidak hanya adanya fasilitas bacaan untuk anak-anak, orang dewasa dan mereka yang telah lanjut usia untuk mengisi waktu senggang semata, tapi juga bisa dilengkapi dengan fasilitas audio visual, pertunjukan maupun pementasan yang memiliki muatan nilai ejukasi dan usaha untuk mengembangkan apresiasi, daya nalar serta karya nyata yang lebih kreatif utamanya bagi kalangan pekerja profesi yang memerlukan referensi, bahan dan data tambahan untuk memperkuat karya ilmiah atau pun karya seni yang hendak dihasilkan sebagai suatu karya -- ilmiah seni maupun yang sebagai produk komersial -- yang bisa memberi nilai tambah tak hanya sebatas ekonomi sifatnya, tapi juga mempunyai bobot sosial dan politik hingga budaya.
Kiranya hanya dengan cara seperti itu -- sebagai salah satu jalan terobosan -- yang perlu dilakukan oleh pihak perpustakaan dalam semua tingkatan -- agar karya ilmiah yang bermutu yang meliputi semua bidang dapat berkembang secara maksimal hingga menandai strata budaya warga dan pemerintah setempat sungguh perduli pada upaya untuk mengatasi masalah kebodohan seperti yang diamabatkan oleh UUD 1945. Jadi jelas fungsi dan peran Perpustakaan Nasional untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia, sangat besar, dan tidak bisa diabaikan.
Banten, 6 Maret 2026
Catatan kaki :
Paparan ini menyambut ajakan positif terhadap dari Perpustakaan Nasional Jakarta untuk memberi masukan upaya meninghatkan pelayanannya guna ikut mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia pada momentum perayaan ulang tahun Perpustakaan Nasional yang ke-46.
