Masuk Jajaran Elit PB IPSI Bersama Tokoh Nasional, Ini Misi Besar Prof Hasnawi Haris





MAKASSAR, — Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga dan bela diri Sulawesi Selatan. Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulsel, Prof. Dr. Hasnawi Haris, M.Hum., resmi 'naik level' ke kancah nasional. Akademisi senior Universitas Negeri Makassar (UNM) ini didapuk menjadi Wakil Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IPSI masa bakti 2026-2030.



Kepastian ini menyusul diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Personalia oleh KONI Pusat, setelah tim formatur merampungkan komposisi kepengurusan hasil Musyawarah Nasional (Munas) IPSI beberapa waktu lalu.



Di bawah kepemimpinan Ketua Umum PB IPSI yang baru, Sugiono (yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI), Prof. Hasnawi akan bahu-membahu mengarsiteki masa depan pencak silat Indonesia menuju panggung dunia.



Pengurusan PB IPSI periode 2026-2030 kali ini disebut-sebut sebagai Dream Team (Tim Impian). Bagaimana tidak, komposisi pengurus diisi oleh kombinasi antara tokoh nasional, pejabat negara, hingga profesional papan atas.



Dewan Pembina Utama Dijabat langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto (Ketua Umum PB IPSI 4 periode sebelumnya).


Dewan Pembina. Diisi oleh Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, Panglima TNI, Kapolri, sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, serta tokoh nasional seperti Prof. Sufmi Dasco Ahmad dan Nusron Wahid.


Pengurus Harian. Selain Sugiono sebagai Ketum, ada Edhy Prabowo (Ketua Harian), Abdul Karim Aljufri (Sekjen), dan Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri (Bendahara Umum).



Di jajaran Wakil Ketua Umum, Prof. Hasnawi Haris bersanding dengan nama-nama beken seperti Wakil Gubernur Sumatra Barat Vasko Ruseimy, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin, hingga mantan Bos Pertamina Prof. Dwi Soejipto.



Masuknya Prof. Hasnawi dalam jajaran elit ini bukan tanpa alasan. Rekam jejaknya di dunia silat sangat mengakar. Ia tercatat pernah memimpin IPSI Soppeng dan saat ini tengah menjalani periode keduanya sebagai Ketua IPSI Sulsel (2026-2030), sekaligus menjabat sebagai Ketua PGRI Sulsel.



Tantangan berat kini menanti Prof. Hasnawi dan pengurus baru. PB IPSI dituntut untuk menerapkan manajemen modern yang profesional, terutama dalam penguatan Bidang Pembinaan Prestasi, Lembaga Pelatih/Wasit Juri, serta Bidang Hukum dan Komisi Disiplin.



Semua penguatan organisasi ini bermuara pada satu target besar yang diinisiasi sejak era Prabowo Subianto. Membawa Pencak Silat resmi dipertandingkan di ajang Olimpiade (Olympic Games).



Saat dihubungi terpisah, Prof. Hasnawi Haris tidak menyembunyikan rasa bangga sekaligus takzimnya atas amanah besar ini. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ketua Umum PB IPSI, Sugiono. Jumat, (10/7/2026). 



"Saya merasa sangat terhormat dan berterima kasih kepada Ketua Umum Bapak Sugiono yang telah mempercayakan amanah ini kepada saya untuk bergabung dalam barisan PB IPSI 2026-2030," ujar Prof. Hasnawi.



Ia sadar betul bahwa ekspektasi publik terhadap pengurus periode ini sangat tinggi, terutama dalam mencetak atlet-atlet berprestasi internasional.



"Ini adalah amanah yang besar dan berat. Namun, sebagai insan silat, InsyaAllah kami siap mendedikasikan diri, pikiran, dan waktu untuk memajukan pencak silat. Bukan lagi sekadar di tingkat nasional, tetapi bagaimana mengawal pencak silat agar semakin berkibar di level internasional dan diakui dunia," kuncinya optimis. kata, Prof. Hasnawi memungkasi percakapan.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال