Jacob Ereste :
Konflik Palestina-Israel sudah terentang dalam sejarah yang panjang dan kompleks. Lalu ditunggungi Amerika Serikat untuk menguasai Iran dengan menggeser Medan peperangan yang memang dikehendaki Amerika Serikat untuk memperluas sikap tanahnya menguasai dunia.
Kendati rakyat serta Senat Amerika Serikat sendiri terbelah karena banyak juga yang tidak setuju menyulut peperangan yang semakin mengarah pada Perang Dunia ke-3, toh ambisi dan syahwat Donald Trump tetap diumbar tanpa rasa malu apalagi untuk mengindahkan etika dan moral sebagai manusia yang beradab. Bahkan Amerija ikut ngomporolin Isreal ikut serta menyerang Iran saat dialog untuk menuju perdamaian.
Karena itu, wajar Duta Besar Iran untuk Indonesia tegas mengucapkan sikap Iran untuk tidak lagi mau melakukan perundingan seperti yang digagas Indonesia, karena Iran sudah tiga kali dikadali oleh Amerika Serikat, saat terengah-engah menghadapi serangan balasan yang sudah terlanjur ditekatkan Iran untuk mendengarkan Amerika Serikat dari kawasan Timur Tengah yang tengah menjadi incaran kerakusannya.
Toh, pada akhirnya sengketa Israel- Paletina kini mereda selelah medan pertempuran dialihkan pada target yang sesungguhnya menjadi bidikan Amerika Serikat untuk menguasai sumber alam yang ada di Iran -- terutama minyak -- hingga dampaknya kini harus ditanggung juga oleh Indonesia yang nyaris tidak memiliki kekuasaan atas minyak, meski ladang minyak milik Indonesia cukup bertebaran di berbagai tempat dan daerah.
Jadi perang di negeri orang, Indonesia yang ketiban sampur. Seakan dunia akan kiamat akibat perang yang terjadi jauh nun disana. Tapi kita -- rakyat Indonesia yang blingsatan merasa sangat terancam bisa kolep, akibat harga minyak terus melambung naik. Bahkan lebih ngeri lagi harga yang semangat itu pin tidak bisa dibeli, karena stok dan persediaannya kosong.
Ketika minyak dapat dijadikan senjata penekanan kepongahan sejumlah negara -- termasuk Indonesia -- bisa segera dibayangkan kekacauan ekonomi nasional bisa semakin tidak terkendali. Beras yang dibutuhkan untuk warga masyarakat di perkotaan tidak bisa diangkut seperti sayur mayur yang akan ikut melambung gayanya, akibat ongkos terlalu mahal harus dibayar.
Artinya, tujuan Indonesia merdeka untuk menghapus penjajahan di dunia sungguh harus diharuskan dengan upaya mencegah perang dimana pun, seperti upaya Indinesia yang wajib untuk mengatasi masalah kemiskinan dan kebodohan, agar tidak sampai kembali dikadali oleh bangsa asing. Meski realitasnya penjajahan di Indonesia hari ini dilakukan oleh bangsa Indonesia sendiri. Begitulah perang sebagai fenomena dari kepanasan dan kerakusan untuk menguasai dan nenjajah pihak lain. Tidak terkecuali terhadap warga bangsanya sendiri.
Banten, 14 Maret 2026
